In biobriket

CARA PEMBUATAN BIO BRIKET DI DESA BERBELUK AROSBAYA BANGKALAN

        Dari olahan kacang pastilah menghasilkan limbah yaitu kulit kacang itu sendiri agar limbah tersebut tidak terbuang sia – sia maka kelompok kami memberikan solusi yaitu dengan pengolahan Bio Briket dari Kulit Kacang.
Bio Briket
  • Tujuan
  1. Memberikan panduan pembuatan bahan bakar alternatif berupa briket organik
  • Manfaat
  1. Memberikan alternatif bahan bakar yang cocok untuk rumah tangga dan industri kecil sebagai pengganti bahan bakar fosil dan kayu bakar dengan cara memanfaatkan limbah kulit kacang tanah sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari hasil limbah organik.
  2. Memberikan sumbangsih pengetahuan kepada masyarakat umum tentang pemanfaatan limbah kulit kacang tanah sebagai bahan pembuat briket organik.
  • Sasaran
  1. Kegiatan ini ditujukan untuk ibu-ibu yang biasanya juga ikut membantu keluarga bertani sehingga dapat terbentuk kegiatan baru yang sesuai dan dapat meningkatkan pendapatan.
  • Bahan dan Alat
a.    Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
  1.  Kulit kacang tanah yang didapatkan dari limbah sisa panen kacang di Desa Berbeluk, seresah daun, jerami, serta bahan organik kering lainnya
  2. Tepung Tapioka
  3. Air
b.     Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
  1. Tong / wadah logam/ wadah yang tahan api
  2. Triplek Bekas/ Papan tidak terpakai
  3. Serbuk gergaji 
  4. Minyak tanah
  5. Penumbuk
  6. Ayakan
  7. Korek api
  8. Panci 
  9. Cetakan paralon
  10. Palu 
  11. Plastik
  12. Kertas label
  • Prosedur Kerja
  1. Persiapan Bahan : Kulit kacang tanah dibersihkan dari kotoran – kotorannya kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 2 hari hingga kering. Selain itu, menyiapkan bahan bahan seresah atau bahan organik kering lainya jika masih ada yang basah hendaknya dilakukan penjemuran hingga kering untuk mempermudah proses pembakaran. Untuk memudahkan proses pengeringan agar lebih cepat semua bahan  bisa dipotong-potong menjadi bagian yang kecil-kecil. Setelah kering bahan dimasukkan ke dalam wadah logam/ yang tahan api untuk menjalani proses pembakaran.
  2. Pembakaran Bahan : Bahan yang telah dimasukkan kedalam wadah kemudian menyiapkan korek api lalu dibakar hingga menjadi arang.
  3. Pencampuran dan pencetakan bahan : Setelah semua bahan menjadi arang, menumbuk hingga halus setelah itu bahan diayak menggunakan ayakan. Setelah bahan dilakukan pengayakan maka selanjutnya adalah menyiapkan bahan campuran arang kulit kacang, serbuk gergaji, tepung tapioka dengan air lalu memasak hingga mengental. Setelah itu memasukkan semua bahan dengan perbandingan antara arang halus, serbuk gergaji, dan bubur tapioka adalah 10:7:1 hingga semua tercampur menjadi kalis dan rata. Setelah itu, dilakukan pencetakan dengan cetakan berasal dari paralon dengan menekan hingga padat dengan palu dan tidak ada rongga sedikitpun. 
  4. Pengeringan : Setelah selesai melakukan pencetakan maka disusun di atas triplek atau sasak bambu / tatakan datar lainnya. Kemudian hasil tatanan tersebut dijemur hingga kering.
  5. Pengemasan : Setelah briket telah jadi/ kering selanjutnya dikemas dalam wadah plastik kemudian diberi label untuk jumlah briket per kemasan di isi 10 buah briket lalu diberi label.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Arsip Blog

About

Recent comments

Popular Posts

Most Popular